Antara
pecinta alam dan pendaki gunung sebenarnya memiliki kesaman, yakni sama - sama
termasuk ‘orang - orang yang mencintai alam’. Namun kadar mencintai alamnya
itulah yang membedakan diantara keduanya. Seorang pendaki gunung, mencintai
alam hanya pada bagian luarnya saja, mereka sudah cukup puas jika bisa melihat,
mendengar atau merasakan suasana alam dan tidak memiliki semangat untuk menjaga
kelestariannya. Sedangkan pecinta alam, mencintai alam secara total, baik unsur
luarnya maupun unsur didalamnya seperti halnya apabila seseorang mencintai
orang yang dicintainya, tentu ada yang mencintai hanya karena fisiknya, karena
hatinya atau bisa karena keduanya. Nah para pecinta alam ini adalah orang -
orang yang mencintai alam baik karena fisiknya maupun karena hatinya. Bagaimana
kita bisa mencintai hati sang alam? Yakni dengan mencintai sifat - sifat alam
seperti: Sifat alam yang sangat sulit ditebak karena terkadang bisa menjadi
sahabat dan ada kalanya bisa menjadi musuh yang sangat kejam, namun
sesungguhnya alam hanyalah makhluk Tuhan yang pendiam dan sangat rapuh.
Para
pecinta alam adalah orang - orang yang mencintai alam disaat sedang bersahabat
ataupun disaat sedang rapuh dan tak bersahabat. Dari penjelasan tersebut,
ternyata pecinta alam dan pendaki gunung sebenarnya memilki perbedaan meskipun
keduanya juga memilki kesamaan. Untuk lebih mempermudah pemahaman, berikut
adalah contoh nyata: Apabila di sebuah
gunung telah terjadi tanah longsor, pembukaan lahan, penggundulan, atau
kebakaran hutan yang menyebabkan gunung menjadi gersang, panas dan tak nampak
indah lagi. Maka para pendaki gunung tidak akan tertarik lagi untuk datang dan
mendaki gunung tersebut, karena secara fisik gunung tersebut sudah cacat. Namun
bagi para pecinta alam keadaan gunung yang seperti itu membuat mereka resah dan
merasa bahwa gunung tersebut sedang terluka parah dan secepatnya harus diobati
dengan segera melakukan penghijauan kembali. Itulah salah satu contoh orang
yang mencintai alam secara total.
Pada
saat sama - sama melakukan pendakian gunung, para pendaki gunung hanya memiliki
satu tujuan yakni mendaki gunung sampai meraih puncak tanpa menghiraukan sampah
- sampah yang ditemuinya atau bahkan mereka sengaja membuang sampah - sampah
mereka sendiri secara sembarangan karena merasa sampah hanyalah beban.
Sedangkan pecinta alam yang sedang mendaki gunung, puncak bukanlah satu -
satunya tujuan karena tujuan utama mereka adalah perjalanan itu sendiri. Para
pecinta alam tidak akan membuang sampah sembarangan dan mereka tak akan segan
untuk mengumpulkan setiap sampah yang ditemuinya karena mereka paham betul akan
bahaya sampah bagi kelestarian alam.
Pendaki
Gunung Dan Pecinta Alam adalah orang yang memiliki kepribadian yang berbeda
karena tujuan mereka juga berbeda. Tidak perlu menilai mana yang lebih baik
diantara keduanya, sebab jauh lebih baik jika kita memilih menjadi pendaki
gunung yang pecinta alam.
sumber

0 komentar:
Posting Komentar